SOAL DAN JAWABAN UJI KOMPETENSI 1 BUKU SISWA IPA SEMESTER 1

SOAL DAN JAWABAN UJI KOMPETENSI 1 BUKU SISWA IPA SEMESTER 1


UJI KOMPETENSI 1 BUKU SISWA IPA SEMESTER 1

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan benar dan jelas.
1). Apa yang menjadi objek pengamatan IPA? 

Jawab:
Objek pengamatan IPA dibagi menjadi 2. Yaitu pengamatan kualitatif yang berarti pengamatan hanya menggunakan indra tanpa adanya standar tertentu, dan pengamatan kuantitatif yaitu pengamatan dengan menggunakan alat ukur dan memiliki standar satuan yang telah ditetapkan sebelumya. 


2). Mengapa dunia IPA menggunakan satuan-satuan pengukuran yang baku? 

Jawab:
Satuan pengukuran baku SI (Sistem Internasional) digunakan agar dapat menghasilkan nilai yang konsisten dalam pengukuran.

3). Jelaskan cara mengubah satuan panjang dari satu satuan SI ke satuan SI yang lain. Dapatkah satuan massa dan volume diubah dengan cara yang sama? Berikan penjelasanmu. 

Jawab:
Panjang menggunakan satuan dasar SI meter (m). Satu meter standar baku sama dengan jarak yang ditempuh cahaya dalam ruang hampa selama 1/299792458 sekon. Massa dan volume juga dapat diubah dengan cara : Massa 1 kg setara dengan 1 liter air pada suhu 4 derajat celcius. 

4). Lakukanlah pengubahan satuan di bawah ini.
a. 2.500 mililiter = ... liter
b. 4 kilometer = ... sentimeter
c. 2 kilogram = ... miligram 

Jawab:
a. 2500mm = 2,5 l
b. 4km = 400.000 cm
c. 2kg = 2.000 mg

5). Pilihlah satuan panjang yang tepat untuk menyatakan hasil pengukuran benda-benda di bawah ini.
a. Tebal kertas
b. Lebar ruangan kelas
c. Jarak antara dua kota
d. Jarak antara Bumi dan Pluto 

Jawab:
a. milimeter
b. meter
c. kilometer
d. kilometer atau dalam juta tahun cahaya 


PENERAPAN 
Kerjakan soal-soal berikut dengan tepat.
1). Rumuskan besaran yang dapat digunakan untuk membedakan denyut nadi manusia dengan melibatkan besaran waktu. 
a. Berdasarkan rumusanmu, lakukan pengukuran terhadap denyut nadimu dan denyut nadi beberapa temanmu. Kemudian bandingkan.
b. Misalnya kamu berlari-lari (jogging), kemudian kamu duduk santai di bangku taman. Dari tiga kemungkinan sketsa grafk denyut nadi berikut terhadap aktivitas tersebut, manakah yang paling sesuai? Beri penjelasan 

SOAL DAN JAWABAN UJI KOMPETENSI 1 BUKU SISWA IPA SEMESTER 1


Jawab:
Untuk menghitung denyut nadi, maka dapat digunakan besaran waktu atau besaran turunan kecepatan denyut nadi yaitu : 

Kecepatan denyut = Jumlah denyutan / waktu 

a. Perbandingan denyut nadi pada setiap orang hasilnya berbeda - beda. Denyut nadi menggambarkan adanya pergerakan kontraksi dan relaksasinya jantung. Jumlah denyut nadi manusia itu bergantung pada yaitu umur, jenis kelamin, aktivitas fisik, berat badan, suhu lingkungan,keadaaan emosi dan sikap tubuh. 

b. Berdasarkan soal diatas tidak ada gambar grafik denyut nadi, maka dari itu untuk grafik denyut nadi pada saat joging terus istirahat duduk santai yaitu denyut nadi seseorang akan menjadi turun karen adanya aktivitas yang berkurang. Rata - rata denyut nadi permenit akan berbanding lurus dengan aktivitas manusia. Semakin berat aktivitas maka denyut nadi akan semakin meningkat dan sebaliknya jika aktivitas menurun maka denyut nadi pun turun. 

Jawaban lain: 
Denyut nadi sering diambil di pergelangan tangan untuk memperkirakan denyut jantung. Denyut nadi maksimal adalah maksimal denyut nadi yang dapat dilakukan pada saat melakukan aktivitas maksimal. Denyut nadi istirahat adalah denyut nadi yang diukur saat istirahat dan tidak setelah melakukan aktivitas. Pengukuran denyut nadi ini dapat menggambarkan tingkat kesegaran jasmani seseorang. Pengukuran ini dilakukan selama 10 sampai 15 detik. 


2). Jika kamu membuat larutan gula dengan cara memasukkan 20 gram gula ke dalam segelas air (125 mL), berapakah konsentrasi larutan gula tersebutdalam satuan g/L? 

Jawab:
Diketahui: 
m = 20 gr 
v = 125 ml = (125/1000) = 0,15 l 
Ditanyakan Konstentrasi Larutan (K) 
Dijawab: 
Konsentrasi Larutan = Massa Pelarut / Volume zat pelarut 
K = m / v 
= 20 / 0,125 
= 160 g/ml 
Jadi konsentrasi larutan gula adalah 160 gram/liter 

3). Kefas menanam jagung. Pada awal pengukuran, tinggi jagung dari permukaan tanah 10 cm. Selang 2 minggu kemudian, ternyata tingginya menjadi 17 cm. Berapakah laju pertumbuhan jagung tersebut?(dalam satuan cm) 

Jawab:
Diketahui : 
tinggi awal tanaman jagung (h₁) = 10 cm 
tinggi akhir tanaman jagung (h₂) = 17 cm 
selang waktu (t) = 2 minggu = 14 hari 
Ditanyakan : Laju pertumbuhan tanaman jagung (v) ? 
Dijawab: 
Laju pertumbuhan = Pertambahan tinggi / selang waktu 
v = (h₂ - h₁) / t 
= 17 - 10 / 14 
= 7/14 
= 1/2 cm/hr 
= 0,5 cm/hr 
Jadi Laju pertumbuhan tanaman jagung 0,5 cm/hr

Soal dan Jawaban Buku Paket IPA SMP Kelas 7 BAB 1 Objek IPA dan Pengamatannya (Bagian 3)

Soal dan Jawaban Buku Paket IPA SMP Kelas 7 BAB 1 Objek IPA dan Pengamatannya (Bagian 3)


Ayo Kita Latihan  
1). Apakah yang dimaksud dengan besaran pokok? 

Jawab: 
Besaran pokok adalah besaran yang satuannya telah ditentukan terlebih dahulu dan tidak diturunkan dari besaran-besaran lain. Terdapat tujuh macam besaran pokok, yaitu panjang, massa, waktu, kuat arus listrik, suhu, intensitas cahaya, dan jumlah zat.

2). Mengapa dibuat satuan-satuan standar, misalnya satu kilogram standar, satu meter standar, dan satu sekon standar? 

Jawab: 
Untuk memudahkan dan meningkatkan ketepatan dalam pengukuran, sehingga bila pengukuran oleh orang yang berbeda dan pada waktu yang berbeda di seluruh dunia, didapatkan hasil yang sama dan seragam. 

3). Berilah contoh besaran-besaran dalam kehidupan sehari-hari yang satuannya dalam SI adalah meter, kilogram, atau sekon (detik). 

Jawab:
Panjang dengan satuan meter, misalnya mengukur panjang lapangan bola, kabel listrik, dll. 
Massa dengan satuan kilogram, misalnya mengukur buah yang diperjualbelikan di pasar 
Waktu dengan satuan detik, misalnya mengukur waktu lari dari para peserta lomba atletik 


Berpikir Kritis 
Jika pengetahuan dan teknologi makin maju, mungkinkah satuan standar yang digunakan sekarang diperbarui? Jelaskan. 

Jawab:
Kalau menurut saya jika pengetahuan dan teknologi semakin maju mungkin saja terjadi pembaharuan karena adanya inovasi baru yang dilatarbelakangi dengan pengetahun lebih luas dan teknologi yang semakin canggih dan itu akan lebih membantu kita untuk membuat inovasi-inovasi baru dan bisa jadi , satuan standar yang digunakan sekarang mungkin diperbarui, namun pembaruan ini hanya sebatas peningkatan presisi dengan pendefinisian ulang.


Ayo Kita Latihan 
1). Apakah yang dimaksud dengan besaran turunan? 

Jawab:
Besaran Turunan adalah besaran yang satuannya diturunkan dari besaran-besaran pokok penyusunnya. 
Contoh besaran turunan adalah massa jenis, volume, berat, kecepatan dan percepatan. 

2). Mengapa volume termasuk besaran turunan? 

Jawab:
Karena volume diturunkan dari besaran pokok yaitu panjang. Volume merupakan perkalian tiga dimensi dari panjang, dan memiliki satuan m³ (meter kubik) 


3). Jika ibumu melarutkan 5 gram garam dapur ke dalam 250 mL air, berapakah konsentrasi larutan garam yang terjadi dalam satuan g/L? 

Jawab: 
volume pelarut adalah 250 mL. Volume ini harus dijadikan menjadi volume dengan satuan liter. 
Karena: 
1 liter = 1000 mL 
Maka: 
250 mL = 0,25 L 
konsentrasi = massa terlarut / volume larutan 
= 5 gram / 0,25 L 
= 10 g/L 

4). Anita menanam kacang hijau dalam pot. Pada awal pengukuran, tinggi kecambah dari permukaan tanah 2 cm. Selang 5 hari kemudian, ternyata tinggi kecambah menjadi 8 cm. Berapakah laju pertumbuhannya? 

Jawab: 
Laju pertumbuhan = pertumbuhan / waktu 
= (8 – 2) / 5 
= 7 / 5 
= 1,4 cm/hari

Soal dan Jawaban Buku Paket IPA SMP Kelas 7 BAB 1 Objek IPA dan Pengamatannya (Bagian 2)

Soal dan Jawaban Buku Paket IPA SMP Kelas 7 BAB 1 Objek IPA dan Pengamatannya (Bagian 2)


Ayo Kita Latihan
1). Apakah yang dimaksud dengan mengukur? Dalam melakukan pengukuran, mengapa harus dipergunakan satuan pengukuran yang baku? 


Jawaban:

Mengukur adalah membandingkan suatu besaran dengan besaran lain(sejenis) yang digunakan sebagai patokan. Misalnya adalah mengukur tinggi badan dengan membandingkannya dengan batangan meteran. 
Dalam melakukan pengukuran, harus dipergunakan satuan pengukuran yang baku agar hasil pengukuran dapat sama antara dua pengukur yang berbeda. Dahulu sebelum adanya satuan pengukuran yang baku ini, pengukuran dilakukan dengan satuan ukur yang berbeda-beda. Akibatnya sering terjadi perselisihan akibat hasil ukur yang tidak sama. 

2). Berilah contoh besaran yang satuannya dalam SI adalah sekon (detik). 

Jawab: 
Contoh yang pasti yaitu waktu. Misalnya waktu tempuh dari pelari yang ikut lomba lari di olimpiade, asian games, marathon, dsb. 

3). Neptunus adalah salah satu planet dalam tata surya kita. Jarak Neptunus dengan Matahari adalah 30 SA. Berapa jarak ini dalam kilometer? 

Jawab: 
Jarak Neptunus dengan matahari adalah 30 SA, atau dalam kilometer kurang lebih adalah 4500 juta kilometer (4,5 milyar km). 
Perhitunganya adalah: 
1 SA = 150 juta kilometer. 
Sehingga: 
30 SA = 30x150 juta= 4,5 milyar km. 

4). Mengapa semua ilmuwan dan produsen (penghasil) barang-barang pabrik di seluruh dunia harus melakukan pengukuran dengan menggunakan satuan baku yang sama? 

Jawab: 
Dalam pengukuran perlu digunakan Unit pengukuran baku atau standar atau SI, yaitu satuan pengukuran yang besarnya sudah ditentukan dan dibakukan. Penggunaan satuan yang baku ini sangat penting agar pengukuran yang berbeda oleh orang berbeda akan dapat menghasilkan besar ukuran yang sama. Misalnya akan terjadi perselisihan bila pabrik pupuk menggunakan satuan yang tidak baku, maka ini akan ditentang oleh konsumennya dari para petani bila pupuk yang mereka jual jumlahnya tidak sesuai dengan jumlah seharusnya. 

Penerapan 
Misalkan, kamu memiliki satu pot berisi tumbuhan yang sedangberbuah. Tuliskan paling sedikit 5 (lima) besaran dan satuannya yang,dapat mendeskripsikan pot berisi tumbuhan itu. 

Jawab: 
1. Berat Pot (Newton) 
2. Panjang tumbuhan (m)
3. Volume tanah dalam pot (m³)
4. Diameter buah (m)
5. Waktu tumbuh (s)
6. Massa Buah (Kg)
7. Luas permukaan pot (m²) 

Jika kamu ingin mengukur massa zat cair, bagaimana caranya? Diskusikan urutan langkah yang akan ditempuh dengan teman kelompokmu. Sampaikan hasilnya dalam bentuk urutan (prosedur) mengukur massa zat cair. 

Jawab: 
Jawaban 1: 
Cara mengukur nya harus ada massa gelas kosong , mis terukur 155gram , kemudian masukanlah cairan yg akan diukur dgn vol tertentu mis 100cm³ stlh mengisi cairan timbang kembali , lalu hasilnya 255 gram dgn demikian massa yg didapat (255-155)g:100cm³ = 1,0g/cm³ , dengan bantuan alat hidrometer 

Jawaban 2: 
Pertama-tama apabila jumlah zat cair tersebut dalam kapasitas yang besar maka kamu cukup memakai gelas beaker,, langkah pertama yang kamu lakukan yaitu menimbang massa gelas beaker tersebut menggunakan timbangan analitik, setelah beratnya kamu dapat, baru kamu masukkan zat cairnya kedalam beaker trus anda timbang sudah.. tinggal kamu hitung dengan cara berat gelas beaker berisi zat cair dikurangi dengan berat gelas beaker kosong,, ditemukanlah berat dari zat cair tersebut,, tetapi kalau zat cairnya dalam jumlah yang sedikit yaitu cuma beberapa tetes anda cukup menggunakan gelas arloji sebagai wadahnya,, langkahnya pun sama... selamat mencoba 

Ayo Kita Lakukan 
Cara Termurah Membeli Minuman Misalnya, kamu akan membeli minuman segar untuk persiapan piknik. Di sebuah toko, kamu menemukan dua cara yang mungkin untuk membeli minuman segar, yaitu satu botol besar berisi 2 L dengan harga Rp10.000,00 atau 6 kaleng berisi 250 mL, dengan harga Rp2.000,00 tiap kalengnya. 
Bagaimana kamu memutuskan membeli minuman botol atau
minuman kaleng agar lebih ekonomis?
1). Berapakah volume minuman yang diperoleh dari satu botol dan berapa volume yang diperoleh dari 6 kaleng? Nyatakan setiap jawabanmu dalam liter.
2). Berapakah harga minuman tersebut per liternya jika membeli dalam botol? Hitung juga harga per liternya jika membeli dalam kaleng. Manakah yang lebih murah? 
Jika kamu akan membeli minuman segar untuk acara yang lebih besar, kamu harus menyusun anggaran lebih dulu. Dana yang tersedia Rp50.000,00.Berapa liter minuman segar yang dapat dibeli? 

Jawab : 
a. 1 L = 1.000 mL 
⇔ 1 mL = 1/1000 = 0,001 L 
1 kaleng = 250 mL = 250 x 1/1000 = 0,25 L 
⇔ 6 kaleng = 6 x 0,25 mL = 1,5 L 
Perbandingan yang digunakan merupakan perbandingan senilai, sehingga 
1,5/1 = 6/k 
⇔ 1,5 x k = 1 x 6 
⇔ 1,5k = 6 
⇔ k = 6/1,5
⇔ k = 4 
⇔ 1 L = 4 kaleng. 
1 botol besar = 2 L. 
⇔ 1 L = 1/2 botol besar. 

b. 1 kaleng = Rp2.000,00 
⇔ 1,5 L = 6 kaleng = 6 x 2.000 = Rp12.000,00 
⇔ 1 L = 4 kaleng = 4 x 2.000 = Rp8.000,00

Soal dan Jawaban Buku Paket IPA SMP Kelas 7 BAB 1 Objek IPA dan Pengamatannya (Bagian 1)



Berpikir Kritis
Apakah “cinta”, “keadilan”, dan “kasih sayang” termasuk objek yang dipelajari dalam IPA? Jelaskan jawabanmu.

Jawab:
1. Cinta, Keadilan dan juga Kasih Sayang BUKAN termasuk objek yang dipelajari dalam IPA. Ketiganya tidak memenuhi syarat sebagai objek IPA karena sifatnya yang ABSTRAK.

2. Tidak, karena dalam pengembangan dan lingkup sains mempelajari benda yang nyata wujudnya atau Konkret. Yang mana paling banyak menggunakan metode pengamatan. Sedangkan Cinta, Keadilan, dan Kasih sayang bukan lah wujud benda konkret, melainkan abstrak(tidak teratur, tak nampak wujudnya).

Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) memiliki ciri-ciri tertentu dimana salah satunya adalah objek kajiannya merupakan benda-benda yang NYATA atau KONKRET. Maksudnya adalah objek yang dipelajari tersebut mempunyai wujud, bisa dilihat dan diraba. Wujud yang kongkret tersebut memungkinkan untuk diamati dan diukur.

Bandingkanlah
Besaran dan Satuan pada Mikroorganisme Bakteri memiliki panjang sampai dengan 10 µm. Virus memiliki panjang sampai dengan 100 nm. Berdasarkan data tersebut, manakah yang berukuran lebih panjang, bakteri atau virus? Jelaskan

Jawab:
Soal yang ditanyakan adalah membandingkan ukuran mana yang lebih panjang antara bakteri 10 μm (10 mikrometer) dengan virus 100 nm (100 nanometer).

Panjang bakteri 10 μm = 10 x 10-6 m menjadi 1 x 10-5m
Panjang virus 100 nm = 100 x 10-9 m menjadi 1 x 10-7m
Panjang bakteri 1 x 10-5m dari bentuk desimal 0,00001 m
Panjang virus 1 x 10-7m dari bentuk desimal 0,0000001 m
Setelah satuan panjang keduanya disamakan dalam meter, terlihat bahwa bakteri lebih panjang daripada virus.

Cara 2:
Ingat!
Dari μm ke meter = dikali 10⁻⁶
Dari nm ke meter = dikali 10⁻⁹
Jadi panjang bakteri = 10 x 10⁻⁶ =10⁻⁵ meter sedangkan panjang virius = 10 x 19⁻⁹ =10⁻⁷ meter
Semakin sedikit pangkat minesnya maka semakin panjang .
Maka : Lb > Lv , Panjang bakteri lebih besar dari panjang virus

Soal dan Pembahasan Ayo Kita Berlatih 2.9 Matematika kelas 7 Bab Himpunan K13

Soal dan Pembahasan Ayo Kita Berlatih 2.9 Matematika kelas 7 Bab Himpunan K13


Ayo Kita Berlatih 2.9 !
1). Diketahui:
S = {bilangan asli kurang dari 15}
P = {1, 2, 3, 4, 5, 6}
Q = {5, 6,7, 8, 9}
Tentukan
a. Pc
b. Qc
c. (P ∩ Q)c
d. (P ∪ Q)

Jawab :
*Pc = P'
Diketahui S = {bilangan asli kurang dari 15}, P = {1, 2, 3, 4, 5, 6}, dan Q ={5, 6, 7, 8, 9}. Tentukan anggota dari P', Q', (P ∩ Q)', dan (P ∪ Q)'!
S = {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14}
P = {1, 2, 3, 4, 5, 6}
Q ={5, 6, 7, 8, 9} 

a. P' = {7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14}
b. Q' = {1, 2, 3, 4, 10, 11, 12, 13, 14}
c. P ∩ Q = {5, 6}
    P ∪ Q = {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9}
    (P ∩ Q)' = {1, 2, 3, 4, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14}
d. (P ∪ Q)' = {10, 11, 12, 13, 14}

2). Diketahui
S = {bilangan cacah kurang dari 11}
A = {x | x ∈ P, x < 10, P bilangan prima}
B = {5, 7, 9}
Tentukan
a. Ac
b. Bc
c. (A ∩ B)c
d. (A ∪ B)c
e. A ∩ (A ∪ B)c
f. Bc ∩ (A ∪ B)
g. (A ∪ B)c ∩ (A ∪ B)c
h. (Ac ∩ B)c ∪ (A ∪ B c)c

Jawab :
S = {0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10}
A = {2, 3, 5, 7}
B = {5, 7, 9}
a. A' = {0, 1, 4, 6, 8, 9, 10}. 

b. B' = {0, 1, 2, 3, 4, 6, 8, 10}.  
A ∩ B = {2, 3, 5, 7} ∩ {5, 7, 9} = {5, 7}. 

c. (A ∩ B)' = {0, 1, 2, 3, 4, 6, 8, 9, 10}.
A ∪ B = {2, 3, 5, 7} ∪ {5, 7, 9} = {2, 3, 5, 7, 9}.
 
d. (A ∪ B)' = {0, 1, 4, 6, 8, 10}. 

e. A ∩ (A U B)' = {2, 3, 5, 7} ∩ {0, 1, 4, 6, 8, 10} = ∅. 

f. B' ∩ (A ∪ B) = {0, 1, 2, 3, 4, 6, 8, 10} ∩ {2, 3, 5, 7, 9} = {2, 3}. 

g. (A ∪ B)' ∩ (A ∪ B)' = {0, 1, 4, 6, 8, 10} ∩ {0, 1, 4, 6, 8, 10} = {0, 1, 4, 6, 8, 10}.
A' ∩ B = {0, 1, 4, 6, 8, 9, 10} ∩ {5, 7, 9} = {9}.
(A' ∩ B)' = {0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 10}. 

h. (A' ∩ B)' ∪ (A ∪ B')' = {0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 10} ∪ {0, 1, 4, 6, 8, 10} = {0, 1, 4, 6, 8, 10}.


3). Perhatikan diagram Venn berikut ini 

Soal dan Pembahasan Ayo Kita Berlatih 2.9 Matematika kelas 7 Bab Himpunan K13

Berdasarkan diagram Venn tersebut tentukan banyak anggota dari
a. Ac
b. Bc
c. Cc
d. (A ∩ B)c
e. (A ∪ C)c
f. (A ∩ C)c
g. Ac ∩ (B ∪ C)c
h. (A ∩ B)c ∩ (A ∩ C)c

Jawab :
a. banyak anggota complemen A = 25 + 3 + 18 = 46 
b . banyak anggota complemen B = 20 + 5 + 18 = 43 
c. banyak anggota complemen C = 20 + 7 + 25 = 52 
d. banyak anggota dari complemen irisan A dan B = 20 + 5 + 18 + 3 + 25 = 71
e. banyak anggota dari complemen gabungan A dan C = 25
f. banyak anggota dari complemen irisan A dan C = 20 + 7 + 18 + 3 + 25 = 73
g. banyak anggota dari irisan complemen A dengan complemen gabungan B dan C = 0
h. banyak anggota dari irisan complemen irisan A dan B dengan complemen irisan A dan C 
= 20 + 18 + 3 + 25 = 66

4). Diketahui A = {a, b, c, d, e, f} dan B = {e, f, g, h, j}. Tentukan
a. A – B
b. B – A
c. (A – B) ∩ A
d. (A – B) ∪ (B – A)
5. Misalkan A = {1, 2, 3, ..., 10} dan B = {3, 5, 7, 9,11, 13}, dan
C = {7, 8, 9, 10, 11, 12, 13}. Tentukan anggota himpunan dari
a. A – B
b. B – A
c. B – C
d. C – A
e. (A – B) ∩ (A – C)
f. (A – C) ∪ (B – C)
g. (A ∪ B) – (B ∪ C)
h. (A – B)c ∪ (B – C)

Jawab :
a. A - B = {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10} - {3, 5, 7, 9, 11, 13} = {1, 2, 4, 6, 8, 10}. 

b. B - A = {3, 5, 7, 9, 11, 13} - {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10} = {11, 13}. 

c. B - C = {3, 5, 7, 9, 11, 13} - {7, 8, 9, 10, 11, 12, 13} = {3, 5}
   C - B = {7, 8, 9, 10, 11, 12, 13} - {3, 5, 7, 9, 11, 13} = {8, 10, 12} 

d. C - A = {7, 8, 9, 10, 11, 12, 13} - {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10} = {11, 12, 13}
    A - C = {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10} - {7, 8, 9, 10, 11, 12, 13} = {1, 2, 3, 4, 5, 6} 

e. (A - B) ∩ (A - C) = {1, 2, 4, 6, 8, 10} ∩ {1, 2, 3, 4, 5, 6} = {1, 2, 4, 6}. 

f. (A - C) ∪ (B - C) = {1, 2, 3, 4, 5, 6} ∪ {3, 5} = {1, 2, 3, 4, 5, 6}
    A U B = {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10} ∪ {3, 5, 7, 9, 11, 13} = {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 13}
    B ∪ C = {3, 5, 7, 9, 11, 13} ∪ {7, 8, 9, 10, 11, 12, 13} = {3, 5, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13} 

g. (A∪B)-(B∪C) = {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 13}-{3, 5, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13} = {1, 2, 4, 6, 12}
Untuk menentukan komplemen, seharusnya diketahui himpunan semesta S. Kemungkinan S = {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13} sehingga 
(A - B)' = {1, 2, 4, 6, 8, 10}' = {3, 5, 7, 9, 11, 13} 
(B - C)' = {3, 5}' = {1, 2, 4, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13} 

h. (A - B)' ∪ (B - C)' = {3, 5, 7, 9, 11, 13} ∪ {1, 2, 4, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13} = {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13} = S.