BANGUN DATAR 2


1. JAJAR GENJANG




Jajar genjang adalah bangun datar dua dimensi yang terbentuk dari dua pasang rusuk yang masing-masing sama panjang dan sejajar dengan pasangannya dan memiliki 2 pasang sudut dimana sudut tersebut bukan sudut siku-siku dan masing-masing memiliki besar sudut sama dengan sudut yang berhadapan. 


Rumus untuk menghitung luas jajar genjang adalaah sebagai berikut :

L= alas × tinggi


Sedangkan untuk menghitung keliling jajar genjang kita gunakan rumus :


K = 2.alas + 2. sisi miring
K= 2 ( alas + sisi miring )






2. BELAH KETUPAT





belah ketupat adalah bangun segi empat yang dibentuk dari gabungan segitiga sama kaki dan bayangannya setelah dicerminkan terhadap alasnya.
Sifat-sifat belah ketupat antara lain:
- Terdiri dari empat buah sisi dan empat buah titik sudut.
- Empat buah sisinya memiliki ukuran yang sama panjang.
- Dua pasang sudut yang saling berhadapan memiliki ukuran yang sama besar.
- Diagonalnya saling berpotongan secara tegak lurus.
- Simetri lipatnya ada dua buah.
- Memiliki simetri putar pada tingat dua.
Rumus Luas Belah Ketupat: ½ x diagonal 1 x diagonal 2
Rumus Keliling Belah Ketupat: s + s + s +s = 4 x s



3. LAYANG-LAYANG



Layang-layang adalah segiempat yang dua sisinya yang berdekatan sama panjang, sedangkan kedua sisi yang lainnya juga sama panjang.

Sifat-sifat dari bangun layang-layang adalah:
- Terdiri dari empat buah sisi dan empat buah titik sudut.
- Memiliki dua pasang sisi yang ukurannya sama panjang.
- Terdiri dari dua buah sudut yang besarnya sama.
- Diagonalnya berpotongan secara tegak lurus.
- Salah satu diagonal pada layang-layang akan membagi diagonal yang lain sama panjang.
- Mempunyai satu buah simetri lipat.
Rumus luas dan keliling layang-layang adalah:

L = ½ x diagonal 1 x diagonal 2
K = 2 x (s1 + s2)




4. TRAPESIUM



Trapesium adalah bangun segi empat yang mempunyai tepat sepasang sisi yang berhadapan sejajar.

Jenis-jenis trapesium:
Secara umum ada tiga jenis trapesium sebagai berikut.

(i) Trapesium sebarang
Trapesium sebarang adalah trapesium yang keempat sisinya tidak sama panjang. Pada gambar di samping, AB // DC, sedangkan masing-masing sisi yang membentuknya, yaitu AB, BC, CD, dan AD tidak sama panjang.




(ii) Trapesium sama kaki
Trapesium sama kaki adalah trapesium yang mempunyai sepasang sisi yang sama panjang, di samping mempunyai sepasang sisi yang sejajar. Pada gambar di samping, AB // DC dan AD = BC.




(iii) Trapesium siku-siku
Trapesium siku-siku adalah trapesium yang salah satu sudutnya merupakan sudut siku-siku (90°). Pada gambar di samping, selain AB // DC, juga tampak bahwa besar sudut DAB = 90° (siku-siku).






Sifat-sifat trapesium
Perhatikan gambar di bawah ini

Pada gambar tersebut menunjukkan bangun trapesium ABCD. Karena AB sejajar DC (AB // DC), maka diperoleh

∠DAB dalam sepihak dengan ∠ADC, sehingga∠DAB + ∠ADC = 180°.
∠ABC dalam sepihak dengan ∠BCD, sehingga∠ABC + ∠BCD = 180°.
Secara umum dapat dikatakan bahwa jumlah sudut yang berdekatan di antara dua sisi sejajar pada trapesium adalah 180°.


Trapesium sama kaki mempunyai ciri-ciri khusus, yaitu

-diagonal-diagonalnya sama panjang;
-sudut-sudut alasnya sama besar;
-dapat menempati bingkainya dengan dua cara

0 komentar:

Post a Comment