Home » , , , , , , , , , » Penjelasan Bilangan Forbenius dan Contoh Penerapannya Dalam Kehidupan

Penjelasan Bilangan Forbenius dan Contoh Penerapannya Dalam Kehidupan


Ferdinand George Frobenius
Ferdinand George Frobenius
Bilangan Frobenius digunakan Untuk himpunan bilangan bulat positif, bilangan bulat terbesar yang tidak dapat dinyatakan sebagai
kombinasi linear (dengan koefisien bilangan bulat positif) dari unsur-unsurnya. Jumlah Frobenius dari 2 dan 5 adalah 3, karena 3 tidak dapat terbentuk sebagai jumlah yang berpasangan dan sementara setiap bilangan bulat yang lebih besar bisa. Setelah Ferdinand George Frobenius. Definisi ini kurang memiliki etimologi atau memiliki etimologi tidak lengkap..

Perlu diketahui sobat allmipa, Perangko dan Bea Pos terkait erat dengan problem Frobenius, yaitu menentukan nilai terbesar yang tidak dapat dinyatakan sebagai jumlah dari bilangan-bilangan bulat positif tertentu. Sebagai contoh, bila sebuah restoran cepat saji menjual sayap ayam goreng hanya dalam kemasan berisi 5 potong, 8 potong, dan 17 potong, maka kita dapat membeli 10 potong atau 13 potong sayap ayam, tetapi tidak dapat membeli 12 potong sayap ayam. Nah, berapa potong sayap ayam terbanyak yang tak dapat dibeli di restoran cepat saji tersebut? Jawabannya adalah 19 potong, ya kan? Silahkan simak pembahasannya di bawah ini:.
sampel perangko
sampel perangko

Bilangan 19 dalam cerita di atas dikenal sebagai bilangan Frobenius yang terkait dengan himpunan bilangan 5, 8, dan 17. Secara umum, diberikan sejumlah bilangan bulat positif, n1n2, …, nk, bilangan Frobenius yang terkait dengan himpunan bilangan ini adalah bilangan bulat terbesar yang tidak dapat dinyatakan sebagai a1n1 + a2n2 + … + aknk dengan a1a2, … , ak  bilangan bulat tak negatif (sebagian di antaranya boleh sama dengan 0).                         

Anda dapat mencoba mencari bilangan Frobenius yang terkait dengan dua bilangan, misalnya 8 dan 17. Semakin banyak bilangan yang terlibat, semakin sulit problemnya, dan tidak ada rumus eksplisit untuk solusinya. Namun diambil sisi positifnya, dengan kita belajar matematika pikiran kita akan terasah terus menerus.

0 komentar:

Post a Comment